Selasa, 30 April 2013

Mengatasi Bau  Mulut dan perawatan gigi


nah sekarang aku sambung lagi ya ini masih membahas soal gigi, kalau gigi kita bersih dan cemerlang kita jadi percaya diri, satu lagi yang harus kita perhatikan supaya mulut kita waktu berbicara tidak menimbulkan bau yang tentunya akan menjauhkan dari pertemanan bahkan relasi kerja ......langsung kita simak bersama ya....


yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini.Yesaya 45:7



Bau Mulut, Ini Dia Penyebabnya

·        REPUBLIKA.CO.ID, Bau mulut memang mengganggu dalam pergaulan. Menurut dr Zubairi Djoerban, spesialis penyakit dalam, penyakit napas bau atau halitosis, adalah keadaan di mana terdapat bau yang tidak menyenangkan dari napas seseorang. Dapat disebabkan oleh bakteria yang berkembang akibat makanan yang tertinggal di dalam mulut.  Halitosis cukup sering ditemukan, dan bersama-sama dengan karies gigi dan penyakit periodontium merupakan penyebab tersering seseorang pergi berobat ke dokter gigi. 
Halitosis selain pada orang yang sedang sakit, juga ditemukan pada orang sehat sewaktu  bangun tidur pagi hari. Hal tersebut terjadi akibat bakteria yang berada di sekitar mulut menjadi aktif, karena ada sisa makanan yang tertinggal di dalam mulut, di sekitar celah-celah gigi, kerongkongan, langit langit, sekitar lidah dan gusi.
Bakteria aktif waktu malam hari ketika kita tidur, karena ada sisa makanan,  pH air liur yang lebih asam, dan kurang aktivitas mengunyah dan bicara.  Sebetulnya mulut bau mudah dicegah, relatif mudah diobati, namun juga mudah terjadi  jika kesehatan dan kebersihan mulut tidak dijaga.
Selanjutnya, menurut dr Zubairi yang juga konsultan onkologi dan hematologi medik ini, bau mulut juga dapat disebabkan oleh penyakit ginjal menahun, penyakit hati menahun, infeksi saluran napas dan sinusitis (radang sinus, rongga di tulang wajah). Bau mulut juga dapat dipicu oleh penyakit di gusi (gusi bengkak atau gusi berdarah). Untuk menghindari bau mulut diperlukan cukup minum  dan cukup banyak bicara dan mengunyah.
Merokok dan minum alkohol juga merupakan penyebab yang sering ditemukan pada mulut bau (serta penyebab berbagai  penyakit lain), karena itu harus dihentikan. Penyebab mulut bau  yang lumayan sering ditemukan adalah kebiasaan makan  makanan  berbau, misalnya petai, jengkol, bawang, dan durian. Beberapa obat antihistamin, diuretik  juga dapat  mengeluarkan bau tidak enak.


 
  

Mencegah Bau Mulut

Bau mulut adalah masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering dikeluhkan oleh pasien, selain sakit gigi. Bau mulut ini merupakan hal yang paling sering disebabkan oleh masalah kebersihan mulut. Bau mulut juga dapat disebabkan oleh kondisi kesehatan atau penyakit tertentu. 

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah bau mulut:

1. Menyikat gigi setelah makan dan sebelum tidur. Melakukan flossing minimal sekali sehari. Penggunaan obat kumur biasanya hanya membantu menyegarkan napas untuk sementara. Tanpa sikat gigi dan flossing hingga bersih, obat kumur tidak akan efektif menghilangkan bau mulut.

2. Sikat lidah. Sikat lidah ini dapat dilakukan dengan cara menggunakan sikat gigi maupun sikat lidah khusus yang sudah banyak dijual di supermarket atau toko-toko serba ada. Permukaan lidah disikat hingga 5 - 15 kali, terutama bagian tengah lidah.

3. Bila menggunakan gigi tiruan lepasan atau kawat gigi lepasan, jangan lupa untuk selalu membersihkan alat-alat lepasan tersebut secara rutin.

4. Jaga agar mulut tetap lembab, baik dengan cara minum air putih yang cukup (bukan dengan kopi atau softdrink), ataupun dengan mengunyah permen karet xylitol atau menghisap permen yang tidak mengandung gula.

5. Sikat gigi diganti dengan yang baru setiap 3 bulan sekali.

6. Periksa gigi Anda di dokter gigi, minimal 6 bulan sekali untuk memeriksa dan membersihkan gigi dari karang gigi yang ada.

Selain rutin sikat gigi, perhatikan apakah ada lubang di gigi yang belum ditambal, atau ingat-ingatlah, kapan terakhir membersihkan karang gigi (scaling) di dokter gigi.
Gigi yang lubang dan karang gigi yang menumpuk juga menjadi penyebab bau mulut. 
Ingatlah, obat kumur atau permen wangi, atau obat semprot mulut bukanlah solusi untuk menghilangkan bau mulut. Hal-hal tersebut tadi hanya membantu menghilangkan bau mulut untuk sementara waktu. Bila efeknya hilang, bau mulut pasti menyeruak kembali.



Lima Fakta tentang Gigi yang Harus Diketahui

·  Lima Masalah Gigi yang Tak Bisa Dipandang Sepele
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA 
Mengabaikan kesehatan gigi, berarti mengabaikan kesehatan tubuh lainnya. Pasalnya, jika gigi tak dirawat secara maksimal, gigi akan terserang kuman atau mengalami kerusakan.

Berikut ini fakta tentang gigi:

1. Gosok gigi yang paling bagus satu jam setelah makan. Karena setelah kita makan, derajat keasaman pada gigi akan naik dan asam akan menghauskan email gigi, serta lapisan di bawah email yang disebut dentin. Jika kita langsung menyikat gigi setelah makan akan merusak email dan dentin tersebut.
2. Gigi geraham terakhir atau geraham bungsu bisa keluar atau tidak. Jika tak bermasalah umumnya tidak mengganggu, begitu juga sebaliknya. Tetapi kita harus waspada jika kepala pusing dan sendi ngilu, karena hal itu tanda-tanda geraham bungsu bermasalah.
3. Masih mengenai gigi geraham. Gigi geraham bungsu yang paling belakang tumbuh miring akan menyebabkan orang merasa kesakitan sekali ketika giginya tumbuh. Tetapi ini sangat individual sekali. Salah satu faktornya karena genetik. Seperti rahangnya kecil, bentuk gigi besar, posisi benih gigi perlu diperhatikan. Kalau tidak, gigi akan tumbuh miring, kepala sakit, tindakannya akan dilakukan pembedahan, agar gigi diberikan jalan keluar.
4. Gigi akan mencari pasangannya. Gigi atas dan gigi bawah. Jika gigi atas tanggal atau copot, gigi bawah akan naik atau lama-kelamaan akan miring, untuk mengisi ruang yang tersisa. Dan hal ini akan mengakibatkan struktur gigi berubah.
5. Gigi goyang dapat dikuatkan dengan cara oral profilasi, seperti fisioterapi, tetapi dokter harus lihat dulu kerusakannya. Jika rusaknya berat atau pasien ada penyakit lain, dokter akan menyarankan perawatan atau tindakan lainnya

Jangan Langsung Sikat Gigi Setelah Makan!

Ghiboo.com - Menyikat gigi sehabis makan memang disarankan agar bakteri-bakteri tidak berkembang di dalam mulut. Namun, Anda perlu tahu jeda waktu yang tepat untuk menyikat gigi setelah makan atau minum.

Dokter gigi memperingatkan bahwa menyikat gigi dalam setengah jam pertama setelah makan atau minum secangkir kopi justru akan
menyebabkan kerusakan parah pada gigi Anda.

Segera
menyikat gigi setelah makan justru akan menaikkan kadar asam di gigi. Pada akhirnya, akan melemahkan email gigi dan membuat gigi menjadi rusak.

"Dengan menyikat gigi, Anda justru mendorong asam lebih masuk ke dalam enamel dan dentin gigi (lapisan di bawah enamel)," ungkap Dr Howard R. Gamble, presiden dari Academy of General Dentistry, seperti dikutip melalui Dailymail (5/6).

Hal tersebut akan semakin diperparah bila seseorang mengonsumsi makanan dan minuman yang bersifat asam, seperti minuman bersoda.



Punya pertanyaan seputar masalah kesehatan? Kirim ke tanyaahli@yahoo-inc.com dan para dokter dari MeetDoctor.com akan menjawabnya di Yahoo! SHE.
  

 

  Obat Alami Gigi 'Nyut-nyutan'

·        Ghiboo.com - Sakit gigi memang menyebalkan. Akibatnya, kita tak bisa menikmati makanan kesukaan dengan nyaman.
Masalah gigi memang harus segera ditangani oleh dokter gigi. Obat atau operasi gigi mungkin mampu mengatasi sakit gigi permanen.
Namun untuk pertolongan pertama, ada solusi untuk mengatasi gigi 'nyut-nyutan'.
Cengkeh. Studi dalam Journal of Dentistry di tahun 2006 mengungkapkan bahwa cengkeh ampuh meredakan sakit gigi. Cengkeh mengandung eugonol, senyawa yang banyak digunakan sebagai obat bius analgesik dan lokal, terutama dalam kedokteran gigi.
Caranya:
Taruh 2-3 tetes minyak cengkeh di kapas, kemudian oleskan pada gigi Anda. Atau, kunyah beberapa buah kunyit, kemudian berkumur.

Jahe. Menurut California State University, jahe mampu membantu menenangkan rasa sakit yang terkait dengan sakit gigi.
Caranya:
Ambil jahe ukuran sedang, bersihkan, potong menjadi beberapa bagian kemudian langsung taruh di gigi yang sakit. Jika mau, Anda boleh menggigit dan mengunyahnya secara perlahan. Jangan lupa untuk segera kumur-kumur setelahnya.

Garam. Garam laut membantu mengurangi tekanan yang menyiksa pada saraf gigi. Sehingga, ampuh untuk menghilangkan rasa sakit sakit, bahkan menyembuhkan.
Caranya:
Campurkan 1 sendok makan garam ke dalam segelas air. Kemudian berkumurlah selama 30 detik. Ulangi hingga beberapa kali.

Bawang. Bawang memberikan double kebaikan, untuk gigi. Tak hanya mengatasi sakit gigi, tetapi juga membunuh kuman.
Caranya:
Kunyah beberapa siung bawah selama 3 menit untuk menghancurkan bakteri dalam mulut dan membuat nyeri sakit gigi hilang.


Ok semoga bermanfaat



Tidak ada komentar:

Posting Komentar