Selasa, 30 April 2013

Mengatasi Bau  Mulut dan perawatan gigi


nah sekarang aku sambung lagi ya ini masih membahas soal gigi, kalau gigi kita bersih dan cemerlang kita jadi percaya diri, satu lagi yang harus kita perhatikan supaya mulut kita waktu berbicara tidak menimbulkan bau yang tentunya akan menjauhkan dari pertemanan bahkan relasi kerja ......langsung kita simak bersama ya....


yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini.Yesaya 45:7



Bau Mulut, Ini Dia Penyebabnya

·        REPUBLIKA.CO.ID, Bau mulut memang mengganggu dalam pergaulan. Menurut dr Zubairi Djoerban, spesialis penyakit dalam, penyakit napas bau atau halitosis, adalah keadaan di mana terdapat bau yang tidak menyenangkan dari napas seseorang. Dapat disebabkan oleh bakteria yang berkembang akibat makanan yang tertinggal di dalam mulut.  Halitosis cukup sering ditemukan, dan bersama-sama dengan karies gigi dan penyakit periodontium merupakan penyebab tersering seseorang pergi berobat ke dokter gigi. 
Halitosis selain pada orang yang sedang sakit, juga ditemukan pada orang sehat sewaktu  bangun tidur pagi hari. Hal tersebut terjadi akibat bakteria yang berada di sekitar mulut menjadi aktif, karena ada sisa makanan yang tertinggal di dalam mulut, di sekitar celah-celah gigi, kerongkongan, langit langit, sekitar lidah dan gusi.
Bakteria aktif waktu malam hari ketika kita tidur, karena ada sisa makanan,  pH air liur yang lebih asam, dan kurang aktivitas mengunyah dan bicara.  Sebetulnya mulut bau mudah dicegah, relatif mudah diobati, namun juga mudah terjadi  jika kesehatan dan kebersihan mulut tidak dijaga.
Selanjutnya, menurut dr Zubairi yang juga konsultan onkologi dan hematologi medik ini, bau mulut juga dapat disebabkan oleh penyakit ginjal menahun, penyakit hati menahun, infeksi saluran napas dan sinusitis (radang sinus, rongga di tulang wajah). Bau mulut juga dapat dipicu oleh penyakit di gusi (gusi bengkak atau gusi berdarah). Untuk menghindari bau mulut diperlukan cukup minum  dan cukup banyak bicara dan mengunyah.
Merokok dan minum alkohol juga merupakan penyebab yang sering ditemukan pada mulut bau (serta penyebab berbagai  penyakit lain), karena itu harus dihentikan. Penyebab mulut bau  yang lumayan sering ditemukan adalah kebiasaan makan  makanan  berbau, misalnya petai, jengkol, bawang, dan durian. Beberapa obat antihistamin, diuretik  juga dapat  mengeluarkan bau tidak enak.


 
  

Mencegah Bau Mulut

Bau mulut adalah masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering dikeluhkan oleh pasien, selain sakit gigi. Bau mulut ini merupakan hal yang paling sering disebabkan oleh masalah kebersihan mulut. Bau mulut juga dapat disebabkan oleh kondisi kesehatan atau penyakit tertentu. 

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah bau mulut:

1. Menyikat gigi setelah makan dan sebelum tidur. Melakukan flossing minimal sekali sehari. Penggunaan obat kumur biasanya hanya membantu menyegarkan napas untuk sementara. Tanpa sikat gigi dan flossing hingga bersih, obat kumur tidak akan efektif menghilangkan bau mulut.

2. Sikat lidah. Sikat lidah ini dapat dilakukan dengan cara menggunakan sikat gigi maupun sikat lidah khusus yang sudah banyak dijual di supermarket atau toko-toko serba ada. Permukaan lidah disikat hingga 5 - 15 kali, terutama bagian tengah lidah.

3. Bila menggunakan gigi tiruan lepasan atau kawat gigi lepasan, jangan lupa untuk selalu membersihkan alat-alat lepasan tersebut secara rutin.

4. Jaga agar mulut tetap lembab, baik dengan cara minum air putih yang cukup (bukan dengan kopi atau softdrink), ataupun dengan mengunyah permen karet xylitol atau menghisap permen yang tidak mengandung gula.

5. Sikat gigi diganti dengan yang baru setiap 3 bulan sekali.

6. Periksa gigi Anda di dokter gigi, minimal 6 bulan sekali untuk memeriksa dan membersihkan gigi dari karang gigi yang ada.

Selain rutin sikat gigi, perhatikan apakah ada lubang di gigi yang belum ditambal, atau ingat-ingatlah, kapan terakhir membersihkan karang gigi (scaling) di dokter gigi.
Gigi yang lubang dan karang gigi yang menumpuk juga menjadi penyebab bau mulut. 
Ingatlah, obat kumur atau permen wangi, atau obat semprot mulut bukanlah solusi untuk menghilangkan bau mulut. Hal-hal tersebut tadi hanya membantu menghilangkan bau mulut untuk sementara waktu. Bila efeknya hilang, bau mulut pasti menyeruak kembali.



Lima Fakta tentang Gigi yang Harus Diketahui

·  Lima Masalah Gigi yang Tak Bisa Dipandang Sepele
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA 
Mengabaikan kesehatan gigi, berarti mengabaikan kesehatan tubuh lainnya. Pasalnya, jika gigi tak dirawat secara maksimal, gigi akan terserang kuman atau mengalami kerusakan.

Berikut ini fakta tentang gigi:

1. Gosok gigi yang paling bagus satu jam setelah makan. Karena setelah kita makan, derajat keasaman pada gigi akan naik dan asam akan menghauskan email gigi, serta lapisan di bawah email yang disebut dentin. Jika kita langsung menyikat gigi setelah makan akan merusak email dan dentin tersebut.
2. Gigi geraham terakhir atau geraham bungsu bisa keluar atau tidak. Jika tak bermasalah umumnya tidak mengganggu, begitu juga sebaliknya. Tetapi kita harus waspada jika kepala pusing dan sendi ngilu, karena hal itu tanda-tanda geraham bungsu bermasalah.
3. Masih mengenai gigi geraham. Gigi geraham bungsu yang paling belakang tumbuh miring akan menyebabkan orang merasa kesakitan sekali ketika giginya tumbuh. Tetapi ini sangat individual sekali. Salah satu faktornya karena genetik. Seperti rahangnya kecil, bentuk gigi besar, posisi benih gigi perlu diperhatikan. Kalau tidak, gigi akan tumbuh miring, kepala sakit, tindakannya akan dilakukan pembedahan, agar gigi diberikan jalan keluar.
4. Gigi akan mencari pasangannya. Gigi atas dan gigi bawah. Jika gigi atas tanggal atau copot, gigi bawah akan naik atau lama-kelamaan akan miring, untuk mengisi ruang yang tersisa. Dan hal ini akan mengakibatkan struktur gigi berubah.
5. Gigi goyang dapat dikuatkan dengan cara oral profilasi, seperti fisioterapi, tetapi dokter harus lihat dulu kerusakannya. Jika rusaknya berat atau pasien ada penyakit lain, dokter akan menyarankan perawatan atau tindakan lainnya

Jangan Langsung Sikat Gigi Setelah Makan!

Ghiboo.com - Menyikat gigi sehabis makan memang disarankan agar bakteri-bakteri tidak berkembang di dalam mulut. Namun, Anda perlu tahu jeda waktu yang tepat untuk menyikat gigi setelah makan atau minum.

Dokter gigi memperingatkan bahwa menyikat gigi dalam setengah jam pertama setelah makan atau minum secangkir kopi justru akan
menyebabkan kerusakan parah pada gigi Anda.

Segera
menyikat gigi setelah makan justru akan menaikkan kadar asam di gigi. Pada akhirnya, akan melemahkan email gigi dan membuat gigi menjadi rusak.

"Dengan menyikat gigi, Anda justru mendorong asam lebih masuk ke dalam enamel dan dentin gigi (lapisan di bawah enamel)," ungkap Dr Howard R. Gamble, presiden dari Academy of General Dentistry, seperti dikutip melalui Dailymail (5/6).

Hal tersebut akan semakin diperparah bila seseorang mengonsumsi makanan dan minuman yang bersifat asam, seperti minuman bersoda.



Punya pertanyaan seputar masalah kesehatan? Kirim ke tanyaahli@yahoo-inc.com dan para dokter dari MeetDoctor.com akan menjawabnya di Yahoo! SHE.
  

 

  Obat Alami Gigi 'Nyut-nyutan'

·        Ghiboo.com - Sakit gigi memang menyebalkan. Akibatnya, kita tak bisa menikmati makanan kesukaan dengan nyaman.
Masalah gigi memang harus segera ditangani oleh dokter gigi. Obat atau operasi gigi mungkin mampu mengatasi sakit gigi permanen.
Namun untuk pertolongan pertama, ada solusi untuk mengatasi gigi 'nyut-nyutan'.
Cengkeh. Studi dalam Journal of Dentistry di tahun 2006 mengungkapkan bahwa cengkeh ampuh meredakan sakit gigi. Cengkeh mengandung eugonol, senyawa yang banyak digunakan sebagai obat bius analgesik dan lokal, terutama dalam kedokteran gigi.
Caranya:
Taruh 2-3 tetes minyak cengkeh di kapas, kemudian oleskan pada gigi Anda. Atau, kunyah beberapa buah kunyit, kemudian berkumur.

Jahe. Menurut California State University, jahe mampu membantu menenangkan rasa sakit yang terkait dengan sakit gigi.
Caranya:
Ambil jahe ukuran sedang, bersihkan, potong menjadi beberapa bagian kemudian langsung taruh di gigi yang sakit. Jika mau, Anda boleh menggigit dan mengunyahnya secara perlahan. Jangan lupa untuk segera kumur-kumur setelahnya.

Garam. Garam laut membantu mengurangi tekanan yang menyiksa pada saraf gigi. Sehingga, ampuh untuk menghilangkan rasa sakit sakit, bahkan menyembuhkan.
Caranya:
Campurkan 1 sendok makan garam ke dalam segelas air. Kemudian berkumurlah selama 30 detik. Ulangi hingga beberapa kali.

Bawang. Bawang memberikan double kebaikan, untuk gigi. Tak hanya mengatasi sakit gigi, tetapi juga membunuh kuman.
Caranya:
Kunyah beberapa siung bawah selama 3 menit untuk menghancurkan bakteri dalam mulut dan membuat nyeri sakit gigi hilang.


Ok semoga bermanfaat



Kenapa Gigi jadi Kuning dan bagaimana supaya gigi bersih dan cemerlang

ok sekarang kita membahas soal gigi kita yang harus kita jaga supaya kelihatan cemerlang dan kalau terseyum kita pede ngak malu....coba kalau giginya kuning...malu khan dan kesannya orang akan negatif  gitu   ..ok sekarang langsung aja ya..


Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."





Apa Penyebab Gigi Jadi Kuning?

Memiliki gigi putih bersinar adalah dambaan semua orang. Namun terkadang tanpa disadari asupan makanan yang kita konsumsi menyebabkan warna gigi yang putih jadi berubah kuning. Sebut saja teh, kopi, minuman bersoda, dan jenis-jenis buah beri termasuk beberapa makanan yang dikenal sebagai pembuat noda pada gigi.
"Jangan biarkan penampilan Anda rusak karena warna gigi yang kekuningan. Selain obat-obatan dan gaya hidup, ada beberapa makanan yang berpengaruh pada warna gigi seseorang," ungkap drg Novandhyta Hapsari dalam media gathering Ultimo Aesthetic & Dental Care di Plaza Asia, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.
Beberapa jenis makanan lain yang bisa menyebabkan perubahan warna pada gigi antara lain:

1. Tomat.
Sama seperti buah beri, tomat juga memiliki kandungan warna alami pada buah yang bisa meninggalkan noda pada gigi. Keadaan ini akan diperparah jika tomat ini sudah diolah menjadi saus tomat botolan. Kandungan zat pewarna tambahan di dalam saus tomat juga bisa memperparah bekas warna yang ditinggalkan pada gigi. Selain saus tomat, saus sambal, kecap, dan kuah kare yang kental juga menjadi penyebab noda pada gigi.

2. Minuman kesehatan dan minuman olahraga.
Sebuah studi mengungkapkan bahwa minuman olahraga dan minuman kesehatan juga bisa menyebabkan kerusakan enamel gigi karena kandungan asamnya. Akibatnya noda akibat minuman ini akan tertinggal di gigi. Sebaiknya pilih air putih sebagai pengganti minuman kesehatan ataupun minuman olahraga.

3. Jus buah.
Meski sebenarnya buah berpengaruh positif pada tubuh, namun kandungan asam dari buah yang terlalu tinggi dan terlalu banyak bisa merusak gigi. Kandungan asam dalam buah bila dikonsumsi terus-menerus dalam jumlah yang terlalu banyak juga bisa merusak enamel gigi dan membuat gigi berlubang.

4. Wine.
Bekas tumpahan wine di taplak meja biasanya akan sulit dihilangkan. Tak heran bila wine, terutama red wine, juga bisa meninggalkan noda pada gigi. Kandungan asam, tannin, dan chromogen pada wine itulah yang menyebabkan noda pada gigi. Selain anggur merah, anggur putih juga bisa membuat gigi berubah warna.

5. Antibiotik.
Terlalu sering mengonsumsi obat-obatan, terutama antibiotik, juga bisa menyebabkan gigi menjadi kuning. Kandungan tetracycline pada antibiotik adalah faktor penyebab gigi menjadi kuning, terutama pada anak-anak. Konsumsi antibiotik yang mengandung tetracycline selama masa pertumbuhan gigi (mulai dari awal kehamilan sampai anak usia 8 tahun) bisa membuat gigi anak mengalami perubahan warna yang bersifat permanen. "Namun, sekarang ini antibiotik yang mengandung tetracycline ini sudah sedikit dan jarang digunakan lagi," kata Novandhyta.

 

 

Pertanyaan Berbagai Penyebab Gigi Kuning


Tanya:
Saya bingung dengan gigi saya yang kuning, padahal saya selalu rutin menggosok gigi saya minimal 2x sehari. Apalagi minum kopi dan teh pun sangat jarang. Kira-kira penyebabnya apa, ya? Terima kasih.
Mela

Jawab:
Hai Mela,

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi warna kuning pada gigi.


1. Faktor alami
Beberapa orang memang diciptakan dengan gigi berwarna kuning. Hal ini bukan suatu kelainan atau kecacatan. Sebenarnya sebagian besar dari permukaan terluar gigi (yang dinamakan email) manusia berwarna putih. Namun, lapisan di bawahnya yang disebut dentin secara alami memang berwarna kuning. Dalam beberapa kondisi, lapisan email yang tidak mengalami mineralisasi dengan baik akan menyebabkan warna dentin menjadi jelas, sehingga tampaklah gigi tersebut berwarna kuning. Anda tidak dapat mengubah warna gigi alami ini kecuali jika Anda menggunakan metode pemutihan gigi.

2. Penuaan
Anda harus menerima kenyataan bahwa kuningnya gigi adalah bagian dari terjadinya penuaan yang alami. Namun sebaiknya Anda hati-hati pula dalam menjaga kebersihan. Selama jangka waktu tertentu, agen stain (bahan yang melekat pada permukaan gigi) dapat menimbulkan warna kuning pada gigi Anda. Semakin banyak agen stain yang melekat pada permukaan terluar (email) gigi Anda, semakin warna putih (email) gigi Anda tertutupi dan akhirnya warna kuning gigi akan terlihat.

3. Kebersihan gigi dan mulut
Kebersihan gigi dan mulut yang buruk adalah penyebab utama gigi berwarna kuning. Banyak pendapat mengatakan bahwa gigi kuning dapat menyebabkan berbagai macam masalah, padahal kebersihan gigi dan mulut yang buruklah yang selalu jadi biang keladi dan sejumlah masalah gigi dan mulut, termasuk menyebabkan gigi berwarna kuning.

4. Kebiasaan makan 
Makanan dan minuman yang kita konsumsi dapat menjadi penyebab terjadinya perubahan warna pada gigi. Minuman seperti teh, kopi, dan soda mempunyai efek “mewarnai” gigi. Merokok dan mengunyah tembakau juga menyebabkan stain (warna) pada gigi oleh karena adanya akumulasi nikotin pada gigi.

drg. Natalia AstinaJika Anda mempunyai gigi yang berwarna kuning, jangan minder, karena ini tidak berarti gigi Anda lebih buruk dari gigi putih. Warna gigi tak mempengaruhi kesehatan. Poin penting yang utama adalah menjaga kesehatan gigi dan mulut. Apa gunanya gigi putih cemerlang jika tidak sehat?



 

 

10 Tip Dapatkan Gigi Putih Cemerlang

·         Lihat Foto1. Kurangi konsumsi anggur merah
Anggur merah merupakan kombinasi pewarna dan asam yang dalam jangka pendek dapat menodai air liur Anda dan melapisi gigi dengan noda merah. Dalam jangka panjang, anggur juga dapat merusak email gigi. Untuk mengatasi hal tersebut, sikatlah gigi Anda atau minum segelas air jika Anda baru saja meminum satu atau dua gelas anggur merah.

2. Kurangi merokok
Merokok tidak hanya menyebabkan bau mulut, tetapi dapat membuat noda permanen pada gigi jika Anda merokok selama bertahun-tahun, karena noda dapat menyebar ke celah-celah kecil di email gigi. Hal tersebut juga dapat menyebabkan penyakit gusi, gigi mudah tanggal, dan dalam kasus yang ekstrem dapat menyebabkan kanker mulut. Sangat menyeramkan.

3. Kurangi konsumsi teh dan kopi
Teh dan kopi mengandung tanin yang dapat menimbulkan noda pada gigi, sementara teh dan kopi hitam dapat menimbulkan kerusakan yang paling parah. Gantilah minuman tersebut dengan teh hijau, teh putih, atau teh herbal.

4. Gunakan obat kumur
Berkumurlah sehabis makan, dengan obat kumur, untuk membersihkan mulut dari bakteri. Beberapa merek obat kumur yang mengandung whitening tidak hanya membantu mencegah mulut dari kuman, tetapi juga dapat digunakan untuk mencegah timbulnya noda gigi.

5. Menyikat gigi sehabis makan
Sikatlah gigi Anda satu jam setelah makan untuk memberikan waktu air liur di mulut Anda menetralisir asam dalam makanan Anda. Jangan menyikat gigi langsung setelah makan karena dapat merusak gigi, terutama jika makanan yang Anda konsumsi mengandung asam, seperti minuman bersoda dan buah.

6. Bersihkan dengan benang gigi setiap hari
Meskipun tidak terlalu meringankan gigi Anda, benang dapat membuat gigi terlihat lebih putih dengan menghilangkan partikel di celah gigi. Hal tersebut juga dapat mencegah penyakit gusi.

7. Gunakan lipstik berwarna merah cerah
Lipstik merah dengan nuansa biru seperti Ruby Woo dari MAC dapat menambah warna putih alami gigi Anda, sementara warna merah cerah juga membuat gigi terlihat lebih putih. Maybelline Color Sensational dengan warna Coral Crush merupakan produk yang direkomendasikan oleh para blogger kecantikan sebagai salah satu lipstik pemutih gigi terbaik. Jika Anda memiliki gigi yang  kuning, hindari menggunakan warna pink, karena akan membuat kontras warna yang buruk.

8. Ganti sikat gigi Anda setiap tiga bulan
Sikat gigi dapat menjadi usang setelah beberapa bulan pemakaian, dan sikat tersebut tidak efektif lagi menghilangkan plak dari gigi dan gusi. Hal tersebut juga menjadi tempat berkembang biaknya kuman, jamur dan bakteri. 

9. Hindari makanan berwarna gelap setelah melakukan perawatan pemutihan gigi
Makanan dan minuman tertentu, seperti kopi, teh, minuman bersoda, cuka dan kecap bisa menimbulkan noda pada gigi Anda, yang dapat merusak perawatan gigi yang baru saja Anda lakukan. Cobalah hindari makanan yang bisa menodai pakaian Anda karena mereka juga cenderung bisa menodai gigi.

10. Makanlah buah dan sayur yang renyah
Makanan seperti apel, seledri dan wortel memiliki penggosok alami yang dapat membantu menghilangkan noda dari gigi, juga tidak merusak email gigi Anda.
Untuk informasi lebih lanjut tentang pemutihan gigi secara profesional, kunjungi situs 
LoveLite.

Kebiasaan Buruk yang Memengaruhi Kesehatan Gigi

Tanpa disadari, kadang kita punya beberapa kebiasaan buruk yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan gigi dan mulut secara umum, maupun spesifik. Menghilangkan kebiasaan buruk ini bukan hal yang mudah, tapi dapat dilakukan bila diniatkan dan punya kemauan ke arah yang lebih baik. Ini dia kebiasaan buruk yang dimaksud:

●    Merokok
Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang paling buruk dan bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang, baik terhadap kesehatan gigi maupun rongga mulut. Merokok juga dapat menyebabkan noda pada gigi dan bau mulut. Efek jangka panjangnya, merokok dapat meningkatkan penyakit gusi serta memperlambat proses penyembuhan. 

●    ‘Bruxism’
Kebiasaan menggesek-gesekkan gigi antara gigi-geligi rahang atas dan rahang bawah, atau bruxism, biasanya terjadi secara tidak sadar ketika stres. Beberapa orang juga mengalaminya di saat tidur. Kebiasaan ini dapat membuat enamel permukaan gigi menjadi tipis, bahkan menimbulkan keretakan pada struktur gigi, serta merusak tambalan.

●    Mengunyah makanan pada satu sisi

Beberapa orang mempunyai kebiasaan mengunyah makanan pada salah satu sisi saja. Kebiasaan ini umumnya disebabkan nyeri atau sakit pada salah satu gigi di sisi tertentu. Hal ini dapat mengakibatkan timbulnya masalah serius atau kelainan pada sendi rahang.

●    Menggigit benda keras

Kebiasaan ini biasanya merupakan penyaluran dari stres atau banyak pikiran. “Korban” gigitan biasanya pensil, pulpen, kuku, remote TV, atau benda-benda keras lainnya. hal ini dapat membuat permukaan gigi menjadi terkikis, bahkan keretakan pada struktur gigi.

●    Menjadikan gigi sebagai gunting atau pembuka botol

Pernah lihat iklan pasta gigi di layar TV yang memperlihatkan orang-orang menggunakan gigi untuk membuka tutup botol, menyobek kemasan makanan, memotong label baju baru? Tugas berat semacam ini tidak pantas ditanggung oleh gigi-geligi, sebab akan merusak struktur.
Nah, demikian beberapa kebiasaan buruk yang dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut kita bila tidak diperhatikan. Mari mulai belajar menghilangkan kebiasaan-kebiasaan tersebut bila ingin gigi kita sehat dan kuat hingga tua.

6 Makanan yang Memutihkan Gigi


Semua pasti ingin memiliki gigi putih cemerlang, namun tak semua punya uang untuk memutihkan gigi di dokter atau dengan cairan pemutih gigi yang mengandung efek samping. Padahal gigi putih bersinar juga bisa didapatkan dengan mengonsumi lima makanan berikut ini.




1. Stroberi
Buah cantik ini memproduksi enzim malic acid yang membantu memutihkan gigi. Selain dengan langsung memakannya, stroberi bisa dimanfaatkan untuk memutihkan gigi dengan cara dihaluskan, digosokkan ke gigi, diamkan selama lima menit lalu bilas dan gosok gigi seperti biasa.





2. Buah-buahan dan sayuran yang renyah
Contoh terbaik adalah apel, seledri, dan wortel. Menggigit dan mengunyah buah dan sayuran seperti ini akan membantu membersihkan plak, "menggosok" gigi agar lebih putih bersinar, dan meningkatkan produksi air liur yang baik bagi kesehatan mulut.




3. Keju
Keju dan bahan olahan susu lainnya seperti yoghurt mengandung lactic acid yang berfungsi melindungi gigi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mengonsumsi yoghurt empat kali seminggu lebih terlindung dari pembusukan gigi dibanding anak-anak yang tak minum yoghurt. Sedangkan untuk memutihkan gigi, keju adalah pilihan yang baik karena selain melindungi gigi dari kebusukan, keju juga mengandung kalsium dan fosfor yang berguna dalam pembentukan enamel gigi. 



4. Jeruk dan nanas
Saat mengonsumsi jeruk, nanas, dan buah-buahan asam lainnya, mulut memproduksi air liur lebih banyak, yang membantu membersihkan gigi secara alami.



5. Baking soda
Sebuah penelitian tahun 2008 menemukan bahwa pasta gigi yang mengandung baking soda berfungsi lebih baik dalam membersihkan plak. Anda bisa saja menggunakan baking soda langsung untuk membersihkan gigi, namun para dokter menyarankan agar hal ini tak dilakukan terlalu sering karena bisa mengikis enamel gigi. Pilihan paling aman adalah menggunakan pasta gigi yang mengandung baking soda.



6. Permen karet yang mengandung xylitol
Xylitol adalah pemanis alami yang dapat mencegah plak. Xylitol juga menetralkan tingkat keasaman di dalam mulut dan meningkatkan produksi air liur untuk membersihkan gigi.


Untuk  hal gigi banyak sekali infonya tapi ini aku infoin yang penting-penting aja ya.... satu lagi mengenai perawatan gigi dan cara mengatasi bau mulut....ada komentar dan tambahan boleh infoin ke aku ya terima kasih